Suami Juga Bertanggung Jawab! Pertanyaan Menarik Mohammad Hasib dari KUA Kedungjajang Terjawab Tuntas oleh dr. Retno Sp.A

  • Jul 02, 2026
  • Hindun

WONOREJO, KEC. KEDUNGJAJANG – Sesi tanya jawab dalam acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 di Balai Desa Wonorejo menjadi semakin hidup dan berbobot berkat pertanyaan kritis dari Bapak Mohammad Hasib, seorang Penyuluh dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kedungjajang. Di hadapan ratusan peserta, termasuk kader Desa Krasak, Bapak Hasib mengajukan pertanyaan yang menyentuh aspek psikologis dan sosial keluarga: "Bagaimana sebenarnya peran seorang suami dalam menjaga dan mendukung Ibu Menyusui (Busui) agar produksi ASI tetap lancar?"

Pertanyaan ini mendapat apresiasi tinggi karena jarang dibahas secara mendalam dalam forum kesehatan umum yang biasanya hanya berfokus pada ibu dan anak. Menanggapi hal tersebut, dr. Retno, Sp.A (Dokter Spesialis Anak) menjawab dengan sangat gamblang dan terperinci. Beliau menekankan bahwa keberhasilan pemberian ASI Eksklusif bukan hanya tanggung jawab biologis ibu, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh dukungan mental dan fisik dari sang suami.

Peran Suami: Lebih dari Sekadar Pencari Nafkah

Dalam penjelasannya, dr. Retno menguraikan beberapa poin kunci peran suami:

Dukungan Emosional: Suami harus memberikan ketenangan, menghindari stres pada istri, dan selalu memberikan motivasi positif. Stres adalah musuh utama produksi ASI.

Bantuan Fisik: Membantu pekerjaan domestik ringan agar ibu bisa istirahat cukup, serta membantu memposisikan bayi saat menyusui.

Pemenuhan Gizi Ibu: Suami berperan memastikan istri mendapatkan asupan makanan bergizi dan cairan yang cukup, termasuk mengingatkan minum air putih atau jus buah seperti jeruk untuk menjaga zat besi.

Melindungi Privasi: Menciptakan lingkungan rumah yang nyaman dan mendukung privasi ibu saat menyusui.

"ASI itu keluar dari hati yang tenang dan tubuh yang bugar. Jika suami rewel, marah-marah, atau tidak peduli, maka ASI bisa macet. Jadi, bapak-bapak, kalian adalah 'obat' paling ampuh bagi kelancaran ASI istri kalian," tegas dr. Retno disambut tepuk tangan meriah para hadirin.

Kolaborasi Lintas Sektor: Kesehatan dan Agama

Kehadiran Mohammad Hasib dari KUA menunjukkan sinergi yang kuat antara sektor kesehatan dan keagamaan. Sebagai penyuluh keluarga sakinah, pertanyaan beliau menegaskan bahwa merawat istri dan anak adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab kepala keluarga.

Kepala Desa Krasak, [Nama Kepala Desa], menyambut baik diskusi ini. "Ini edukasi yang sangat penting. Seringkali kita lupa bahwa ayah punya peran besar dalam pencegahan stunting, dimulai dari mendukung ibunya. Terima kasih Pak Hasib dan dr. Retno atas pencerahannya," ujarnya.

Melalui dialog terbuka ini, para suami yang hadir, termasuk pendamping calon pengantin dan kepala keluarga di Desa Krasak, kembali diingatkan bahwa menjadi ayah yang terlibat aktif (involved father) adalah kunci utama mewujudkan generasi sehat dan bebas stunting