Kupas Tuntas Cegah Stunting: dr. Retno Sp.A Beberkan Rahasia Metode ABCDE, Zat Besi & ASI Eksklusif Jadi Kunci

  • Jul 02, 2026
  • Hindun

WONOREJO, KEC. KEDUNGJAJANG – Puncak acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 di Balai Desa Wonorejo, Senin (29/6/2026), menjadi momen belajar yang sangat berharga bagi ratusan peserta, termasuk kader PKK dan warga Desa Krasak. Hadir sebagai narasumber utama, dr. Retno, Sp.A (Dokter Spesialis Anak), memberikan paparan panjang lebar dan edukatif mengenai strategi pencegahan stunting melalui pendekatan metode ABCDE.

Dalam penjelasannya yang detail, dr. Retno menekankan bahwa pencegahan stunting bukan sekadar memberi makan, tetapi memastikan asupan gizi yang tepat sasaran. Salah satu poin krusial yang disoroti adalah pentingnya menjaga kadar zat besi dalam tubuh anak. Kekurangan zat besi dapat menghambat pertumbuhan otak dan fisik. "Zat besi sangat vital. Untuk meningkatkan penyerapannya, kita bisa memanfaatkan bahan alami di sekitar kita, seperti memberikan tambahan air jeruk atau vitamin C lainnya saat anak mengonsumsi makanan sumber zat besi," jelas dr. Retno.

Metode ABCDE: Praktis, Murah, dan Efektif

Dr. Retno kemudian menguraikan metode ABCDE secara komprehensif:

A (ASI Eksklusif): Menegaskan pentingnya pemberian ASI saja selama 6 bulan pertama tanpa tambahan apapun.

B (Balita Gizi Seimbang): Memperkenalkan MPASI yang kaya nutrisi.

C (Cukup Zat Besi & Mikronutrien): Seperti yang disebutkan sebelumnya, pemanfaatan jeruk lokal untuk bantu penyerapan zat besi.

D (Deteksi Dini): Rutin menimbang anak di Posyandu.

E (Edukasi & Lingkungan Sehat): Pola asuh yang baik dan sanitasi terjaga.

Yang menarik, dr. Retno meluruskan mitos bahwa mencegah stunting harus mahal. "Makanan bergizi tidak harus impor atau mahal. Kita bisa memanfaatkan hasil bumi di sekitar kita, seperti telur ayam kampung, ikan sungai, tempe, tahu, dan sayur-sayuran lokal yang mudah didapat di Desa Krasak maupun desa-desa lain di Kedungjajang. Yang penting adalah variasi dan keseimbangan kalori serta protein," tegasnya.

Respon Positif Kader dan Warga

Para kader Desa Krasak tampak sangat antusias mencatat setiap poin penjelasan dr. Retno. Materi yang disampaikan dianggap sangat aplikatif dan mudah diterapkan di tingkat rumah tangga. "Penjelasannya sangat masuk akal. Ternyata air jeruk bisa membantu penyerapan zat besi, dan kita nggak perlu beli makanan mahal-mahal. Ini sangat membuka wawasan kami," ujar Ibu [Nama Kader], perwakilan Desa Krasak.

Kepala Puskesmas Kedungjajang, dr. Zahrotul Ilmiyah, mengapresiasi kedalaman materi yang diberikan. "Paparan dr. Retno sangat komprehensif. Ini menjadi bekal ilmu yang kuat bagi para nakes dan kader untuk diedukasikan kembali ke masyarakat."

Dengan pemahaman yang lebih utuh tentang metode ABCDE, diharapkan warga Desa Krasak dan Kecamatan Kedungjajang dapat lebih proaktif dalam menerapkan pola hidup sehat guna mewujudkan generasi emas yang bebas stunting.