Pukau Penonton! Siswa Kelas 4 SDN Krasak 02 Tampil Memukau dengan Tari Kreasi Jawa Timuran

  • Jun 22, 2026
  • Hindun

 

KRASAK, – Riuh tepuk tangan penonton bergemuruh di halaman SDN Krasak 02 saat sekelompok siswa kelas 4 naik ke atas panggung. Dengan balutan busana adat yang cerah dan riasan wajah yang ekspresif, mereka sukses mencuri perhatian dalam acara sekolah lewat penampilan Tari Kreasi Jawa Timuran.

Penampilan seni ini menjadi salah satu daya tarik utama acara, sekaligus membuktikan bahwa generasi muda Desa Krasak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kaya akan talenta seni dan cinta terhadap budaya daerah.

Sentuhan Modern dalam Balutan Tradisi Nusantara

Tari Kreasi Jawa Timuran yang dibawakan oleh siswa-siswi kelas 4 ini memadukan unsur gerakan tradisional khas Jawa Timur—seperti ketegasan gerak Tari Remo dan kelincahan Tari Jaranan—yang kemudian dikombinasikan dengan koreografi modern yang lebih dinamis.

Kombinasi ini sengaja dipilih agar sesuai dengan karakter anak-anak yang ceria, aktif, dan penuh semangat. Di bawah bimbingan guru kelas dan pelatih seni, para siswa terlihat sangat kompak. Setiap hentakan kaki, lambaian selendang (sampur), dan lirikan mata (seledet) berhasil dibawakan dengan penuh percaya diri.

"Anak-anak latihan dengan sangat tekun selama beberapa minggu terakhir. Kami ingin menunjukkan bahwa tari tradisional itu keren dan seru. Melihat mereka tampil tanpa rasa canggung di depan banyak orang adalah kebanggaan besar bagi kami," ujar salah satu guru pendamping kelas 4.

Sorak Sorai Wali Murid dan Dukungan Pemerintah Desa

Penampilan memukau ini tidak hanya membuat dewan guru tersenyum bangga, tetapi juga membuat para orang tua dan wali murid yang hadir merasa terharu. Banyak dari mereka yang sibuk mengabadikan momen berharga tersebut menggunakan kamera ponsel.

Sinergi antara budaya dan pendidikan yang ditampilkan di SDN Krasak 02 ini mendapat apresiasi tinggi dari Komite Sekolah dan tokoh masyarakat Desa Krasak. Upaya sekolah dalam melestarikan budaya lokal sejak dini dinilai sebagai langkah konkret membentengi anak-anak dari dampak negatif modernisasi.