Pahlawan Kesehatan Akar Rumput: Kader TB Terus Bergegas Identifikasi Suspek TBC Demi Lumajang Bebas TBC

  • Jul 15, 2026
  • Hindun

KRASAK, DESA KRASAK – Di balik angka statistik penurunan kasus Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Lumajang, terdapat kerja keras tak kenal lelah dari para relawan kesehatan di tingkat desa. Di Desa Krasak, semangat para Kader TB terus membara dalam upaya menemukan kasus-kasus baru atau suspek TBC yang belum terdeteksi. Bersama dengan rekan-rekan kader se-Kecamatan Kedungjajang, mereka bergerak aktif dari rumah ke rumah, menyisir lingkungan, dan mengedukasi warga tentang pentingnya pemeriksaan dini.

Tugas mencari suspek TBC bukanlah pekerjaan ringan. Kader harus memiliki kepekaan tinggi terhadap gejala awal seperti batuk berdahak lebih dari dua minggu, demam berkepanjangan, keringat malam, dan penurunan berat badan tanpa sebab jelas. Ibu Sarik, salah satu kader TB senior di Desa Krasak, menuturkan bahwa tantangan terbesar seringkali bukan pada fisik, melainkan pada pendekatan psikologis kepada warga yang mungkin masih merasa malu atau takut divonis positif TBC.

"Kami tidak pernah bosan untuk mengingatkan. Kalau ada tetangga yang batuknya nggak sembuh-sembuh, kami langsung dekati dengan pendekatan kekeluargaan. Kami jelaskan bahwa TBC itu bisa sembuh total kalau obatnya diminum teratur. Jangan sampai karena malu, penyakitnya malah menular ke anak atau cucu," ujar Ibu Sarik dengan nada tegas namun penuh kasih sayang.

Strategi "Jemput Bola" dan Edukasi Berkelanjutan

Para kader TB tidak menunggu pasien datang ke Puskesmas. Mereka menerapkan strategi "jemput bola" dengan membawa formulir skrining sederhana saat melakukan kunjungan rutin Posyandu atau arisan PKK. Jika ditemukan warga dengan gejala mencurigakan, kader akan segera merujuk mereka ke Puskesmas Kedungjajang untuk pemeriksaan dahak mikroskopis atau tes molekuler (TCM) secara gratis.

Sinergi antara kader, perangkat desa, dan tenaga kesehatan Puskesmas Kedungjajang menjadi kunci keberhasilan ini. Data suspek yang ditemukan kader langsung ditindaklanjuti oleh petugas medis, memastikan tidak ada kasus yang terlewat. Kepala Desa Krasak, Bapak Abdul Muin, sangat mendukung langkah ini. "Kader TB adalah mata dan telinga kita di tengah masyarakat. Terima kasih atas ketekunan kalian. Kesehatan warga adalah investasi terbesar desa, dan kalian adalah penjaga investasi tersebut."

Harapan Menuju Zero Case

Dengan semangat yang terus berkobar, para kader TB berharap suatu hari nanti Desa Krasak dan Kecamatan Kedungjajang dapat mendeklarasikan diri sebagai wilayah bebas TBC. Mereka menyadari bahwa setiap suspek yang berhasil ditemukan dan diobati adalah satu rantai penularan yang diputus

"Mari terus semangat! Jangan lelah mengetuk pintu, jangan lelah memberikan edukasi. Satu kasus yang kita temukan hari ini, bisa menyelamatkan banyak nyawa di masa depan," seru Ibu Sarik mengajak rekan-rekan kader lainnya.