Nutrisi Lezat untuk Tumbuh Kembang: Inovasi Menu Sop Ayam dalam Program PMT Balita di Desa Krasak

  • Jul 11, 2026
  • Hindun

KRASAK, DESA KRASAK – Kegiatan rutin penimbangan dan pemeriksaan kesehatan balita di Desa Krasak kali ini terasa lebih istimewa. Usai menjalani proses pengukuran berat badan, tinggi badan, dan cek kesehatan oleh tenaga kesehatan seperti Ibu Ninik Sumarni, para balita disambut dengan aroma harum masakan yang menggugah selera. Kali ini, program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) khususnya PMT menyajikan menu spesial: Sop Ayam.

Menu sop ayam dipilih karena kandungan nutrisinya yang lengkap—protein dari daging ayam, vitamin dari wortel dan kentang, serta kuah hangat yang mudah dicerna oleh sistem pencernaan balita. Berbeda dengan biskuit atau kue kering yang biasa diberikan, sop ayam menawarkan pengalaman makan yang lebih nyata dan mengenyangkan. "Alhamdulillah, anak-anak jadi lahap makannya. Biasanya susah disuapin, tapi kalau sop ayam begini, mereka minta tambah!" ungkap salah satu ibu pendamping dengan wajah bahagia.

Peran Kreatif Kader Posyandu dalam Pengolahan PMT

Keberhasilan menu ini tidak lepas dari kreativitas dan kerja keras Kader Posyandu Melati dan posyandu lainnya di Desa Krasak. Mereka memasak dengan standar kebersihan tinggi dan takaran gizi yang seimbang sesuai anjuran nakes. Kuah sop yang gurih namun rendah garam dan penyedap buatan menjadi kunci agar rasa alami tetap dominan dan sehat untuk ginjal balita yang masih berkembang.

Nakes Ibu Ninik Sumarni menjelaskan bahwa PMT bertujuan untuk membantu balita yang memiliki grafik pertumbuhan kurang baik (kurva merah/kuning) agar segera mengejar ketertinggalan (catch-up growth). "Sop ayam ini sangat bagus untuk pemulihan nafsu makan dan penambahan berat badan. Teksturnya lunak, kaya protein hewani, dan hangat di perut. Ini adalah bentuk intervensi gizi yang menyenangkan bagi anak," jelasnya.

Dukungan Pemerintah Desa dan Respons Warga

Kepala Desa Krasak, abdul mkin mengapresiasi inovasi menu PMT ini. "Terima kasih kepada para kader yang sudah repot-repot memasak dengan cinta. Jika warganya senang dan gizinya terpenuhi, maka target penurunan stunting dan gizi buruk di desa kita akan lebih cepat tercapai. Kami siap mendukung anggaran bahan baku PMT yang berkualitas," ujarnya.

Suasana keakraban terjadi saat para balita duduk bersama menyantap hidangan. Tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik, momen makan bersama ini juga melatih kemandirian dan etika makan sejak dini. Dengan menu-menu variatif dan lezat seperti sop ayam, diharapkan stigma bahwa makanan sehat itu membosankan dapat diubah, sehingga balita-banita Desa Krasak tumbuh menjadi generasi yang kuat, cerdas, dan ceria.