Momen Magis Pengajian: Jamaah Muslimat & Fatayat Desa Krasak Larut dalam Lantunan Mahalul Qiyam

  • Jul 06, 2026
  • Hindun

KRASAK, DESA KRASAK – Suasana di Pendopo Balai Desa Krasak berubah menjadi hening dan penuh magis saat memasuki sesi pembacaan Sholawat Mahalul Qiyam. Ratusan jamaah dari Muslimat dan Fatayat yang sebelumnya duduk dengan santai, kini serentak berdiri tegak sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan suara yang lantang namun tertata rapi, mereka melantunkan syair-syair pujian yang sarat makna, menciptakan harmoni spiritual yang menyentuh hati setiap orang yang hadir.

Mahalul Qiyam, yang secara harfiah berarti "tempat berdiri", merupakan tradisi luhur dalam peringatan Maulid Nabi atau pengajian rutin sebagai wujud rasa cinta dan rindu umat kepada Rasulullah. Di bawah koordinasi panitia yang solid, termasuk perwakilan dari Dusun Kebonan, Gondang, Gugot, Krajan, dan Mangli, pembacaan sholawat ini berjalan sangat tertib. Tidak ada suara bising, hanya alunan suara jamaah yang berpadu indah, dipimpin langsung oleh syarifah fatimatuz zahro alaydrus

Harmoni Suara dan Ketulusan Hati

Setiap bait sholawat yang dilantunkan, seperti "Marhaban ya marhaban..." atau "Assalamu'alaika ya rasulallah...", terasa begitu menggetarkan jiwa. Banyak jamaah yang terlihat meneteskan air mata, terharu oleh keindahan irama dan kedalaman makna doa-doa yang terkandung di dalamnya. Bagi warga Desa Krasak, momen ini bukan sekadar ritual, melainkan sarana untuk membersihkan hati dan memperkuat ikatan batin dengan sang Nabi Agung.

"Rasanya bulu kuduk merinding mendengar ratusan ibu-ibu dan adik-adik Fatayat membaca Mahalul Qiyam bersama-sama. Suaranya sangat kompak dan khusyuk. Ini adalah momen terbaik dalam pengajian hari ini," ungkap Ibu Sarik, Ketua Kelompok Pengajian Dusun Gondang Barat.

Dampak Positif bagi Kerukunan Spiritual

Keterlibatan seluruh lapisan warga dalam pembacaan Mahalul Qiyam menunjukkan tingkat kesadaran spiritual yang tinggi di Desa Krasak. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa tradisi keagamaan lokal masih sangat dijaga dan dilestarikan dengan baik. Kehadiran tokoh seperti Syarifah Fatimatuz Zahro Alaydrus yang turut serta berdiri dan mengamini sholawat menambah beratnya nilai spiritual acara tersebut.

Kepala Desa Krasak, Abdul muin menyampaikan apresiasinya. "Saya bangga melihat kekompakan dan kekhusyukan warga kita. Pembacaan Mahalul Qiyam tadi adalah bukti bahwa Desa Krasak adalah desa yang religius dan mencintai Nabinya. Semoga keberkahan sholawat ini mengalir ke seluruh penjuru desa kita," ujarnya.

Dengan berakhirnya sesi Mahalul Qiyam yang khidmat, pengajian rutin kali ini meninggalkan kesan mendalam dan energi positif yang akan terus menyala di hati para jamaah.