Memanfaatkan Tren Gen Z, Pemuda Desa Krasak Buktikan Mandiri Itu Keren dengan Usaha Kopi Keliling

  • Jun 25, 2026
  • Hindun

KRASAK, DESA KRASAK – Di tengah isu tingginya angka pengangguran di kalangan pemuda, seorang warga Desa Krasak, fery setyawan memilih jalan berbeda. Daripada menunggu lowongan kerja yang belum pasti, ia mengambil inisiatif membuka lapangan pekerjaan sendiri dengan mendirikan usaha Kopi Keliling. Ide kreatif ini lahir dari observasinya terhadap kebiasaan anak muda desa yang gemar "nongkrong" atau tongkrongan, namun minim tempat nongkrong yang terjangkau dan hits.

Melihat peluang bahwa kopi telah menjadi gaya hidup (lifestyle) generasi muda, fery memodifikasi konsep kedai kopi konvensional menjadi lebih fleksibel dan mobile. Dengan menggunakan sepeda motor atau koper modifikasi yang estetis, ia menjajakan berbagai varian kopi kekinian seperti Kopi Susu Gula Aren, Americano, hingga Matcha Latte di titik-titik keramaian kota

Mengubah Budaya Tongkrongan Menjadi Ekonomi Kreatif

Usaha ini bukan sekadar jualan minuman, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi kecil di desa. "Awalnya saya lihat teman-teman susah cari tempat nongkrong yang asik tapi murah. Saya pikir, kenapa nggak bawa kopinya langsung ke mereka? Ternyata responsnya luar biasa," ungkap fery

Inovasi ini juga berdampak positif bagi  perekonomian mikro di Desa Krasak.

Mental Muda yang Pantang Menyerah

Fery mengakui bahwa memulai usaha sendiri tidaklah mudah. Ia harus belajar tentang brewing kopi, manajemen keuangan, hingga strategi pemasaran lewat media sosial. Namun, semangat untuk mandiri dan tidak ingin menjadi beban keluarga menjadi motivasi utamanya.

"Saya ingin membuktikan pada teman-teman sebaya kalau nggak perlu malu buat jualan. Malu itu kalau nggak punya karya. Dengan kopi keliling ini, saya bisa mandiri, bayar tagihan sendiri, dan bahkan bisa nabung," tambahnya sambil tersenyum bangga.

Dukungan Pemerintah Desa

Kepala Desa Krasak, KADES ABDUL MUIN memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan kemandirian fery "Ini adalah contoh nyata bagaimana pemuda desa bisa berinovasi memanfaatkan tren global untuk kepentingan lokal. Kami berharap kisah fery bisa menular dan menginspirasi pemuda lain untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tapi juga pencipta kerja," ujarnya.