Kesederhanaan yang Menghangatkan: Ibu Ririn Nur Fadila Jamu Petugas Sensus Suheni & Erma dengan Hati Tulus di Krajan

  • Jul 07, 2026
  • Hindun

KRAJAN, DESA KRASAK – Dalam setiap kunjungan door-to-door, petugas sensus sering kali menghadapi berbagai respons dari warga, mulai dari yang sibuk hingga yang acuh tak acuh. Namun, pengalaman berbeda dirasakan oleh Ibu Suheni dan Ibu Erma Suryani, dua petugas sensus yang sedang bertugas di Dusun Krajan. Saat mereka tiba di rumah Ibu Ririn Nur Fadila, mereka tidak hanya disambut dengan senyum ramah, tetapi juga dihormati layaknya tamu istimewa melalui jamuan sederhana namun penuh kehangatan.

Meski hanya disajikan dengan apa adanya—mungkin sekadar segelas air putih dingin atau teh hangat dan camilan seadanya—namun ketulusan Ibu Ririn terasa begitu dalam. "Kami sangat berterima kasih atas jamuannya, Bu. Meski sederhana, rasanya sangat menyegarkan setelah berjalan keliling desa. Ini menunjukkan bahwa warga Krajan benar-benar menghargai kerja kami," ucap Ibu Suheni dengan wajah berseri-seri. Bagi para petugas, perhatian kecil seperti ini menjadi bahan bakar semangat untuk terus bekerja melayani masyarakat dengan baik.

Nilai Luhur Budaya Gotong Royong dan Hormat pada Tamu

Tindakan Ibu Ririn mencerminkan nilai luhur budaya timur yang masih kental di Desa Krasak: memuliakan tamu. Baginya, petugas sensus yang datang ke rumahnya adalah tamu yang membawa amanah negara untuk kebaikan bersama. "Saya cuma menyediakan apa yang ada di dapur. Yang penting mereka merasa dihargai dan tidak lelah. Toh, mereka juga bekerja keras demi data desa kita," ungkap Ibu Ririn dengan rendah hati. Sikap ala kadarnya ini justru menunjukkan kemurnian niat tanpa pamrih, yang seringkali lebih menyentuh hati daripada jamuan mewah.

Dukungan Pemerintah Desa

Kepala Desa Krasak, abdul muin mengapresiasi sikap welas asih warga seperti Ibu Ririn. "Ini adalah contoh nyata bagaimana masyarakat desa menjaga harmoni sosial. Terima kasih Ibu Ririn sudah memperlakukan petugas desa sebagai keluarga sendiri. Keramahan Anda adalah aset sosial Desa Krasak yang tak ternilai harganya," ujarnya.

Dengan semangat saling menghargai seperti ini, proses sensus di Desa Krasak bukan lagi dianggap sebagai beban birokrasi, melainkan momen silaturahmi yang memperkuat ikatan antara pemerintah desa dan warganya.