Keindahan Dzikir Bersama: Sdri. Nur Lia dari Dusun Kebonan Memukau Jamaah dengan Lantunan Rotib
- Jul 06, 2026
- Hindun
KRASAK, DESA KRASAK – Suasana khidmat semakin terasa mendalam saat memasuki sesi pembacaan Rotib dalam acara Pengajian Rutin Muslimat dan Fatayat Desa Krasak yang berlangsung di Balai Desa Krasak. Pada kesempatan ini, Sdri. Nur Lia, seorang jamaah Muslimat muda asal Dusun Kebonan, dipercaya untuk memimpin lantunan dzikir dan sholawat berirama tersebut. Dengan suara yang lembut namun bertenaga, serta hafalan matan rotib yang kuat, Sdri. Nur Lia berhasil membawa seluruh jamaah larut dalam suasana spiritual yang khusyuk.
Pembacaan Rotib bukan sekadar tradisi, melainkan metode dzikir yang efektif untuk menenangkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui pujian-pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Keterlibatan Sdri. Nur Lia, yang masih berusia muda, menunjukkan bahwa minat generasi milenial dan Gen Z terhadap amalan-amalan tradisional tarekat atau dzikir kolektif masih sangat tinggi di Desa Krasak.
Regenerasi Pelestarian Amalan Mulia
"Saya merasa sangat bersyukur bisa diberi kesempatan memimpin pembacaan Rotib. Ini adalah bentuk kecintaan saya kepada Rasulullah SAW dan cara saya berkontribusi untuk membuat suasana pengajian lebih hidup," ungkap Sdri. Nur Lia usai sesi dzikir selesai. Ia menambahkan bahwa dukungan dari para sesepuh dan ibu-ibu Muslimat memberinya kepercayaan diri untuk tampil di depan umum.
Para jamaah, baik dari kalangan Muslimat maupun Fatayat, tampak mengikuti irama Rotib dengan penuh penghayatan. Tepukan tangan ritmis yang menyertai bacaan menciptakan harmoni suara yang indah dan menyentuh hati. Banyak peserta yang mengaku merasa hatinya menjadi lebih tenang dan beban pikiran sehari-hari seolah terangkat setelah mengikuti lantunan yang dipimpin Sdri. Nur Lia.
Apresiasi atas Kontribusi Pemuda
Ketua Panitia Pengajian, Ibu nanik memberikan apresiasi tinggi kepada Sdri. Nur Lia. "Kami sangat bangga melihat anak-anak muda seperti Nur Lia dari Dusun Kebonan aktif dan mahir dalam amalan-amalan seperti Rotib. Ini membuktikan bahwa nilai-nilai spiritualitas terus terjaga dan diwariskan dengan baik di Desa Krasak," ujarnya.
Momen pembacaan Rotib oleh Sdri. Nur Lia menjadi salah satu titik puncak dari acara pengajian hari itu, meninggalkan kesan mendalam bagi semua hadirin dan memperkuat ikatan batin antarwarga melalui dzikir bersama.