Kader Posyandu Tanjungsari Aktif Ikuti Senam Asma di RS Muhammadiyah Lumajang untuk Tingkatkan Kualitas Kesehatan Paru

  • Jul 18, 2026
  • Hindun

LUMAJANG, DESA KRASAK – Dalam upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam penanganan penyakit pernapasan, sejumlah kader kesehatan dari Desa Krasak, khususnya dari Posyandu Tanjungsari di Dusun Kebonan, terlihat antusias mengikuti kegiatan Senam Asma yang diselenggarakan oleh RS Muhammadiyah Lumajang. Salah satu peserta yang paling menonjol keaktifannya adalah Ibu Titik, kader posyandu yang dikenal memiliki semangat tinggi dalam menuntut ilmu kesehatan untuk diterapkan bagi warga desanya.

Kegiatan senam asma ini biasanya digelar secara rutin, seperti setiap hari Jumat pagi, sebagai bagian dari edukasi dan terapi non-farmakologi bagi penderita asma. Para peserta diajarkan teknik pernapasan khusus dan gerakan ringan yang bertujuan untuk melonggarkan saluran napas, meningkatkan kapasitas paru-paru, serta mengurangi frekuensi serangan asma. "Senam ini sangat bermanfaat, tidak hanya bagi penderita tapi juga bagi kita sebagai kader untuk bisa mengedukasi warga tentang cara menjaga kesehatan paru-paru," ujar Ibu Titik.

Peran Kader Sebagai Agen Edukasi Kesehatan

Kehadiran kader Posyandu Tanjungsari di RS Muhammadiyah Lumajang menunjukkan komitmen mereka untuk terus belajar. Dengan memahami teknik senam asma secara langsung, para kader diharapkan dapat menjadi fasilitator atau pendamping bagi warga Desa Krasak yang menderita asma. Mereka dapat mengajarkan gerakan-gerakan sederhana tersebut di posyandu atau kelompok-kelompok kecil di dusun masing-masing.

"Kami senang sekali bisa ikut serta. Gerakan-gerakannya ternyata mudah diikuti dan sangat terasa manfaatnya untuk napas jadi lebih lega. Nanti ilmu ini akan kami bagikan ke ibu-ibu lain di Posyandu Tanjungsari," tambah Ibu Titik dengan semangat.

Kolaborasi Rumah Sakit dan Pemerintah Desa

Kepala Desa Krasak, Bapak Abdul Muin, mengapresiasi inisiatif para kader yang mau meluangkan waktu untuk mengikuti pelatihan di luar desa. "Kesehatan warga adalah prioritas kami. Jika kader-kader kita punya ilmu lebih dari rumah sakit seperti RS Muhammadiyah Lumajang, itu keuntungan besar bagi Desa Krasak. Terima kasih Ibu Titik dan rekan-rekan kader Posyandu Tanjungsari atas dedikasinya. Teruslah belajar agar pelayanan di desa semakin prima," ungkapnya.

Dengan adanya transfer ilmu seperti ini, diharapkan angka komplikasi akibat asma di Desa Krasak dapat ditekan, dan kualitas hidup para penderita penyakit pernapasan dapat meningkat secara signifikan.