Guru Honorer Tangguh: Ibu Khusniatul Magfiroh Buka Toko Kelontong, Buktikan Wanita Bisa Mengabdi & Berwirausaha

  • Jul 07, 2026
  • Hindun

KRAJAN, DESA KRASAK – Menjadi seorang guru tenaga sukarela/honorer membutuhkan dedikasi tinggi dengan penghasilan yang seringkali terbatas. Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat Ibu Khusniatul Magfiroh, warga Dusun Krajan, Desa Krasak. Di sela-sela kesibukannya mengajar dan menyiapkan materi pelajaran, ibu muda ini berhasil membangun usaha sampingan berupa toko kelontong yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok rumah tangga. Langkah cerdas ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan finansial bukan penghalang bagi wanita untuk berkontribusi meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

Toko kelontong milik Ibu Khusniatul tidak hanya menjual sembako dasar seperti beras, minyak goreng, dan gula, tetapi juga melengkapi dengan jajanan anak-anak, alat tulis, hingga kebutuhan harian lainnya. Lokasi toko yang strategis di permukiman Dusun Krajan membuat usahanya ramai dikunjungi tetangga, terutama para orang tua murid dan warga sekitar yang mengutamakan kemudahan akses belanja. "Saya ingin menunjukkan bahwa sebagai guru honorer, saya tetap bisa mandiri secara ekonomi tanpa mengabaikan tugas utama mendidik anak-anak desa. Justru, usaha ini membuat saya lebih paham kondisi ekonomi wali murid," ungkap Ibu Khusniatul dengan senyum bangga.

Manajemen Waktu yang Presisi antara Mengajar dan Berdagang

Kunci keberhasilan Ibu Khusniatul terletak pada manajemen waktu yang sangat disiplin. Pagi hingga siang hari ia fokus mengajar di sekolah, sementara sore hingga malam hari ia melayani pembeli di tokonya. Ia juga melibatkan anggota keluarga untuk membantu menjaga toko saat ia sedang bertugas mengajar. Sinergi ini membuat kedua peran tersebut berjalan beriringan tanpa saling mengganggu. Bagi Ibu Khusniatul, toko kelontong bukan sekadar sumber pendapatan tambahan, melainkan sarana mendekatkan diri dengan masyarakat dan memahami dinamika sosial warga Krajan secara lebih mendalam.

Ketua TP PKK Desa Krasak, Ibu Yeni Purwanti, mengapresiasi ketangguhan Ibu Khusniatul. "Ibu Khusniatul adalah contoh role model bagi perempuan desa modern. Ia tidak pasrah pada keadaan, tapi proaktif mencari solusi. Usahanya juga mendukung perputaran ekonomi lokal di Dusun Krajan. Kami berharap semakin banyak ibu-ibu muda yang terinspirasi untuk berwirausaha," ujarnya.

Dukungan Pemerintah Desa terhadap UMKM Perempuan

Dengan semangat pantang menyerah seperti ini, diharapkan semakin banyak warga Desa Krasak yang termotivasi untuk mengembangkan potensi diri demi kemandirian ekonomi keluarga.