Evaluasi Kualitas Layanan: Kades Abdul Muin Tekankan Peran Vital Kasi Pelayanan dalam Mewujudkan Desa Ramah Warga
- Jul 15, 2026
- Hindun
KRASAK, DESA KRASAK – Dalam rangkaian persiapan menghadapi Monitoring dan Evaluasi (Monev) dari Kecamatan dan Kabupaten, Pemerintah Desa Krasak menempatkan Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan sebagai salah satu titik fokus penilaian yang paling krusial. Hal ini didasarkan pada prinsip bahwa pelayanan administrasi adalah "wajah" pemerintah desa di mata masyarakat. Jika pelayanan baik, maka kepercayaan warga terhadap pemerintahan desa akan meningkat pesat.
Kepala Desa Krasak, Bapak Abdul Muin, menegaskan bahwa Kasi Pelayanan bukan sekadar petugas stempel atau pembuat surat, melainkan garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan kebutuhan harian warga. "Monev kali ini tidak hanya melihat angka pembangunan fisik, tapi juga 'pembangunan rasa'. Apakah warga merasa dipermudah? Apakah mereka merasa dihargai saat mengurus surat? Itu semua bermuara pada kinerja Kasi Pelayanan," ujar Kades Abdul Muin dalam rapat koordinasi internal.
Standar Pelayanan Prima: Cepat, Tepat, dan Ramah
Tim evaluator nantinya akan menilai beberapa indikator kunci pada seksi pelayanan, antara lain:
Kecepatan Respon: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menerbitkan Surat Keterangan Domisili, Surat Pengantar Akta Kelahiran, atau legalisir dokumen.
Ketepatan Prosedur: Kesesuaian alur pelayanan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, memastikan tidak ada pungli atau jalur khusus.
Keramahan dan Komunikasi: Bagaimana sikap petugas dalam melayani warga, terutama lansia atau mereka yang kurang memahami teknologi.
Kasi Pelayanan Desa Krasak menyatakan kesiapannya untuk menghadapi evaluasi ini. "Kami telah melakukan digitalisasi sederhana untuk mempercepat pencarian data arsip. Selain itu, kami juga rutin melakukan briefing pagi untuk memastikan setiap petugas memiliki mental melayani yang prima. Kami ingin warga pulang dari kantor desa dengan senyuman, bukan dengan keluhan," ungkapnya.
Dampak Langsung bagi Masyarakat
Bagi warga, efisiensi di seksi pelayanan berarti penghematan waktu dan biaya. Ibu Siti, seorang warga Dusun Krajan, mengaku sangat terbantu dengan perubahan gaya pelayanan belakangan ini. "Dulu kalau mau buat surat kadang harus bolak-balik karena berkas kurang. Sekarang, Kasi Pelayanannya proaktif memberi tahu apa yang kurang lewat WhatsApp atau saat kita datang pertama kali. Rasanya sangat dihargai sebagai warga," ceritanya.
Harapan Menuju Pelayanan Berbasis Digital
Melalui momentum Monev ini, Kades Abdul Muin berharap ada masukan konstruktif untuk kualitas layanan, mungkin menuju integrasi sistem informasi desa yang lebih modern. "Tujuan akhirnya adalah Zero Complaint atau nol keluhan. Saya ingin Kasi Pelayanan menjadi contoh bahwa birokrasi desa bisa bersih, cepat, dan manusiawi. Ini adalah bentuk nyata demokrasi di tingkat paling bawah," pungkasnya.
Dengan fokus pada peningkatan kapasitas Kasi Pelayanan, Desa Krasak optimis dapat meraih nilai tertinggi dalam aspek tata kelola pemerintahan selama proses Monev berlangsung, sekaligus membuktikan komitmennya sebagai desa yang benar-benar melayani.