Tradisi tasyakuran memperingati hari raya idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah1447 H, menjaga silaturahmi dan kerukunan antar warga

  • May 28, 2026
  • Hindun

LUMAJANG - Warga Desa Krasak, Kecamatan Kedungjajang kembali menghidupkan tradisi tasyakuran pada malam tanggal 10 Dzulhijjah 1447 H. Kegiatan yang digelar di setiap dusun ini menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus menjaga kerukunan antar warga pasca Hari Raya Idul Adha.

 

Rangkaian acara dibuka dengan pembacaan tahlil, sholawat, dan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat.  

Yang menjadi ciri khas tasyakuran malam 10 Idul Adha di Desa Krasak adalah tradisi makan bersama. Warga membawa makanan dari rumah masing-masing, lalu disatukan dan dinikmati bersama. Menu sederhana seperti nasi, ayam opor, sate, dan kue tradisional tersaji di atas tikar panjang.

 

Sambil makan bersama, warga juga saling bermaaf-maafan. Momen ini dimanfaatkan untuk mencairkan suasana dan menyelesaikan kesalahpahaman kecil yang mungkin terjadi saat pelaksanaan kurban sehari sebelumnya.

 

Wujud Gotong Royong yang Masih Lestari

Tradisi ini sudah berlangsung turun-temurun. Menurutnya, tasyakuran hari raya idul Adha bukan hanya soal makan bersama, tapi juga wujud gotong royong yang masih lestari di tengah modernisasi.

Dengan semangat kebersamaan, tasyakuran hari raya idul Adha 10 Dzulhijjahh 1447 H di Desa Krasak ditutup dengan doa bersama agar desa selalu diberi ketenangan, keberkahan, dan dijauhkan dari perpecahan.