Tausiyah ​ke utamakan di Hari Tasyrik Bersama Ustadz Salman Hudri

  • May 29, 2026
  • Hindun

Ustadz Salman Hudri dalam ceramah-ceramahnya sering mengingatkan umat Muslim untuk mengagungkan Hari Tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah (tiga hari setelah Hari Raya Idul Adha).

​Secara umum, berikut adalah poin-poin utama mengenai keutamaan Hari Tasyrik yang biasa disampaikan berdasarkan dalil-dalil sahih:

​1. Hari untuk Menikmati Makanan dan Minuman

​Hari Tasyrik adalah hari raya bagi umat Islam. Rasulullah \text{SAW} menegaskan bahwa hari-hari ini bukan waktu untuk menahan lapar (berpuasa), melainkan hari untuk bergembira dan menikmati rezeki dari Allah.

​"Hari-hari tasyrik adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah." (HR. Muslim)

​2. Larangan Berpuasa

​Karena posisinya sebagai hari makan dan minum, diharamkan secara mutlak untuk menunaikan puasa (baik puasa sunnah Senin-Kamis, puasa Daud, maupun puasa mutlak) pada ketiga hari ini. Kecuali bagi jamaah haji yang tidak memiliki hadyu (hewan kurban) sebagai gantinya.

​3. Waktu Utama untuk Berdzikir dan Mengingat Allah

​Hari Tasyrik adalah waktu yang sangat ditekankan untuk memperbanyak dzikir kepada Allah \text{SWT}. Ini merujuk pada firman Allah dalam Al-Qur'an:

​"Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang terbilang." (QS. Al-Baqarah: 203)

Bentuk dzikir yang sangat dianjurkan antara lain:

Takbiran: Mengumandangkan takbir (Takbir Muqayyad) setiap selesai melaksanakan shalat fardhu.

Membaca Basmalah dan Takbir: Saat menyembelih hewan kurban (jika penyembelihan dilakukan pada hari tasyrik).

Membaca Doa Sapu Jagat: Sangat dianjurkan memperbanyak doa:

karena para sahabat Nabi sering memanjatkan doa ini pada hari-hari tersebut.

4. Waktu Penyembelihan Hewan Kurban

​Bagi yang belum sempat menyembelih hewan kurban pada tanggal 10 Dzulhijjah, Hari Tasyrik adalah waktu perluasan. Peluang untuk berkurban masih terbuka lebar sampai setahun penuh sebelum matahari terbenam pada tanggal 13 Dzulhijjah.

​5. Hari-Hari yang Paling Agung di Sisi Allah

​Dalam beberapa riwayat hadits, disebutkan bahwa setelah Hari Raya Idul Adha (Yaumun Nahr), hari-hari tasyrik (terutama hari pertama tasyrik atau Yaumul Qarr) adalah hari yang paling mulia di sisi Allah \text{SWT} di mana doa-doa dipanjatkan dengan penuh keberkahan.

​Kesimpulan:

Pesan utama yang selalu ditekankan adalah agar kita tidak melewati Hari Tasyrik begitu saja hanya dengan makan dan minum, melainkan mengimbanginya dengan meningkatkan frekuensi dzikir, bersyukur, dan menjaga ibadah shalat, sebagai bentuk ketaatan kepada Allah \text{SWT}.