Lestarikan Kearifan Lokal, Warga Desa Tetap Memasak dengan Tungku Tradisional

  • Feb 18, 2026
  • Hindun

Desa Krasak – Di tengah perkembangan teknologi dan penggunaan kompor modern, sebagian warga Desa Krasak masih mempertahankan tradisi memasak menggunakan tungku kayu bakar. Tradisi ini menjadi salah satu bentuk kearifan lokal yang terus dijaga sebagai warisan budaya leluhur.

Tungku tradisional yang terbuat dari tanah liat atau susunan batu bata masih terlihat aktif digunakan di beberapa dapur warga. Selain karena lebih hemat biaya, memasak dengan kayu bakar juga memberikan cita rasa khas pada masakan. Aroma asap alami dari kayu bakar dipercaya membuat hidangan seperti sayur lodeh, sambal, dan nasi terasa lebih nikmat.

Tidak hanya soal rasa, aktivitas memasak dengan tungku juga mengandung nilai kebersamaan. Saat ada kegiatan hajatan, kerja bakti, maupun acara keagamaan, para ibu-ibu biasanya memasak bersama menggunakan tungku. Suasana dapur menjadi tempat bercengkerama, saling membantu, dan mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Selain itu, pemanfaatan kayu bakar dari ranting atau limbah kayu di sekitar lingkungan menunjukkan sikap bijak masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam. Hal ini menjadi contoh nyata bagaimana kearifan lokal tetap relevan dan selaras dengan kehidupan masyarakat desa.

Dengan tetap mempertahankan tradisi memasak menggunakan tungku, warga Desa Krasak tidak hanya menjaga cita rasa masakan tradisional, tetapi juga turut melestarikan identitas budaya desa agar tetap hidup di tengah arus modernisasi. ✨